Profil Desa Sumber Sari Tahun 2026 memberikan gambaran mengenai kondisi wilayah, penduduk, potensi sumber daya alam, ekonomi masyarakat, kelembagaan, serta sarana dan prasarana desa. Informasi ini dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan sekaligus media informasi publik Desa Sumber Sari.
Profil Singkat Desa
| Indikator | Keterangan |
|---|---|
| Desa | Sumber Sari |
| Kecamatan | Loa Kulu |
| Kabupaten | Kutai Kartanegara |
| Provinsi | Kalimantan Timur |
| Luas wilayah | 1.416 ha atau 14,16 km² |
| Jumlah dusun | 2 dusun |
| Jumlah penduduk | 3.578 jiwa |
| Jumlah kepala keluarga | 1.172 KK |
| Kepadatan penduduk | 252,68 jiwa/km² |
| Kepala desa | Sutarno |
Desa Sumber Sari berjarak sekitar 2,5 km dari ibu kota kecamatan, 12 km dari ibu kota kabupaten, dan 40 km dari ibu kota Provinsi Kalimantan Timur.
Penggunaan Lahan
| Penggunaan Lahan | Luas |
|---|---|
| Tanah kering | 597 ha |
| Tanah sawah | 319 ha |
| Tanah perkebunan | 288 ha |
| Fasilitas umum | 174 ha |
| Tanah hutan | 28 ha |
| Tanah basah | 10 ha |
| Total | 1.416 ha |
Lahan kering merupakan penggunaan lahan terbesar yang terdiri atas tegal atau ladang 233 ha, permukiman 196 ha, dan pekarangan 168 ha. Seluruh lahan sawah seluas 319 ha merupakan sawah tadah hujan. Kondisi ini menunjukkan kuatnya potensi Desa Sumber Sari pada sektor pertanian dan perkebunan.
Kondisi Kependudukan
| Indikator | Jumlah |
|---|---|
| Penduduk laki-laki | 1.840 jiwa |
| Penduduk perempuan | 1.738 jiwa |
| Jumlah penduduk | 3.578 jiwa |
| Penduduk usia kerja yang bekerja penuh | 1.160 orang |
| Pekerja tidak tetap | 25 orang |
| Penduduk belum bekerja | 216 orang |
| Penduduk yang masih sekolah dan tidak bekerja | 525 orang |
| Penduduk yang mengurus rumah tangga | 637 orang |
Penduduk Desa Sumber Sari memiliki potensi tenaga kerja yang cukup besar. Namun, masih terdapat 216 penduduk usia kerja yang belum bekerja, sehingga pengembangan pelatihan keterampilan, akses informasi lowongan, dan penciptaan usaha lokal tetap diperlukan.
Indikator Kesejahteraan Keluarga
| Kategori | Jumlah |
|---|---|
| Keluarga prasejahtera | 55 keluarga |
| Keluarga sejahtera I | 40 keluarga |
| Keluarga sejahtera II | 43 keluarga |
| Keluarga sejahtera III | 159 keluarga |
| Keluarga sejahtera III Plus | 869 keluarga |
Data tersebut dapat menjadi dasar dalam menentukan sasaran program perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi keluarga, bantuan usaha, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Potensi Ekonomi Desa
| Potensi Ekonomi | Jumlah |
|---|---|
| Keluarga petani | 392 keluarga |
| Keluarga yang memiliki lahan pertanian | 344 keluarga |
| BUM Desa | 1 unit |
| Industri kecil dan menengah | 163 unit |
| Toko kelontong dan sembako | 55 unit |
| Usaha penjualan makanan | 41 unit |
| Homestay | 2 unit |
| Usaha ekspedisi atau pengiriman | 1 unit |
Kegiatan ekonomi Desa Sumber Sari ditopang oleh sektor pertanian, perdagangan, industri kecil, perikanan, dan peternakan. Dokumen mencatat produksi ikan nila sebanyak 8 ton per tahun dengan nilai produksi sekitar Rp240 juta, serta peternakan ayam potong sebanyak 5.000 ekor dengan nilai produksi sekitar Rp225 juta.
Sarana dan Prasarana Utama
| Bidang | Sarana dan Prasarana | Jumlah |
|---|---|---|
| Pendidikan | TK/PAUD | 5 unit |
| Pendidikan | SD/MI | 2 unit |
| Pendidikan | SMP/MTs | 1 unit |
| Pendidikan | Pondok pesantren | 1 unit |
| Air bersih | Sumur pompa | 58 unit |
| Air bersih | Sumur gali | 20 unit |
| Air bersih | Mata air | 10 lokasi |
| Air bersih | Embung | 1 unit |
| Peribadatan | Masjid | 3 unit |
| Peribadatan | Langgar/musala | 8 unit |
| Keamanan | Pos kamling | 16 unit |
| Kelistrikan | Sambungan listrik PLN | 2.278 unit |
Ketersediaan sarana pendidikan, peribadatan, sumber air bersih, keamanan, dan jaringan listrik menjadi modal penting dalam mendukung pelayanan dasar serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Potensi Wisata
| Jenis Potensi Wisata | Luas | Pemanfaatan |
|---|---|---|
| Wisata air atau danau | 1 ha | Aktif |
| Wisata gunung dan alam | 4 ha | Aktif |
Potensi wisata alam dapat dikembangkan melalui penataan kawasan, peningkatan akses, promosi digital, serta pelibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal
