Booklet PESONA menyajikan gambaran singkat dan visual mengenai sejarah, kondisi geografis, kependudukan, perekonomian, fasilitas umum, sosial budaya, serta arah pemanfaatan data pembangunan Desa Sumber Sari. Publikasi ini diharapkan membantu masyarakat dan pemangku kepentingan mengenali potensi, tantangan, serta peluang pengembangan desa secara lebih mudah.
Profil Wilayah
| Indikator | Data |
|---|---|
| Luas wilayah | 1.416 hektare |
| Jumlah dusun | 2 dusun |
| Jumlah RT | 11 RT |
| Lahan pertanian | 47% |
| Hutan rimba | 32% |
| Semak belukar | 13% |
| Permukiman | 6% |
| Penggunaan lainnya | 2% |
Desa Sumber Sari resmi menjadi desa definitif pada tahun 2011 setelah sebelumnya menjadi bagian dari Desa Loh Sumber. Perkembangan desa didukung oleh lahan yang luas, kehidupan masyarakat yang beragam, serta budaya gotong royong yang tetap terpelihara.
Gambaran Kependudukan
| Indikator | Jumlah |
|---|---|
| Jumlah penduduk | 3.578 jiwa |
| Penduduk laki-laki | 1.840 jiwa |
| Penduduk perempuan | 1.738 jiwa |
| Proporsi laki-laki | 51,4% |
| Proporsi perempuan | 48,6% |
| Kelompok usia dominan | 25–44 tahun |
Komposisi penduduk laki-laki dan perempuan relatif seimbang. Besarnya jumlah penduduk usia produktif menjadi potensi sumber daya manusia yang dapat mendukung kegiatan ekonomi dan pembangunan desa.
Kondisi Ekonomi Keluarga
| Kelompok desil | Jumlah keluarga |
|---|---|
| Desil 1 | 55 keluarga |
| Desil 2 | 40 keluarga |
| Desil 3 | 25 keluarga |
| Desil 4 | 18 keluarga |
| Desil 5 | 159 keluarga |
| Desil 6–10 | 869 keluarga |
| Belum diketahui | 100 keluarga |
Sebagian besar keluarga berada pada kelompok Desil 6–10. Namun, keberadaan keluarga pada Desil 1–4 menunjukkan perlunya program perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, peningkatan keterampilan, dan perluasan kesempatan kerja yang lebih tepat sasaran.
Potensi Perekonomian Desa
| Sektor | Potensi utama |
|---|---|
| Pertanian | Didukung lahan pertanian yang luas dan produktif |
| Perdagangan | Lebih dari 163 titik usaha |
| Pariwisata | Wisata alam, agrowisata, embung, dan cagar budaya |
| Produk lokal | Olahan kelor, telur asin, dan kembang goyang |
| Ekonomi kreatif | Pengembangan produk rumah tangga dan UMKM |
Destinasi yang diperkenalkan dalam booklet antara lain Puncak Bukit Biru, Embung Sumber Sari, Agrowisata Perkebunan, Agrowisata KIPT, dan Cagar Budaya Peninggalan Jepang.
Fasilitas Umum
| Jenis fasilitas | Jumlah |
|---|---|
| Perpustakaan desa | 1 unit |
| Gedung PAUD | 1 unit |
| Gedung TK | 4 unit |
| Gedung SD/MI | 2 unit |
| Gedung SMP/MTs/Pondok Pesantren | 4 unit |
| Masjid | 3 unit |
| Langgar/musala | 8 unit |
| Kantor desa | 1 unit |
| Lapangan olahraga | 13 lapangan |
| Balai pertemuan | 7 unit |
| Gedung kesenian dan budaya | 3 unit |
| Sumur desa | 1 unit |
Keberadaan fasilitas pendidikan, keagamaan, kesehatan, olahraga, dan ruang pertemuan telah mendukung kebutuhan dasar masyarakat. Pengembangan fasilitas pendidikan jenjang atas dan pasar desa masih menjadi peluang pembangunan pada masa mendatang.
